Mungkin sudah banyak dari kita yang telah mengetahui bahwa tanggal 22 April 2009 kemarin adalah peringatan hari bumi. Tetapi mungkin tidak kalah banyak pula dari kita yang tidak mengetahui bahwa tanggal 22 April 2009 tersebut merupakan hari yang penting bagi planet tempat kita tinggal ini. Hari bumi yang pertama kali dicetuskan oleh senator Amerika Serikat, Gaylord Nelson, pada tahun 1970 ini sebenarnya bukanlah sekedar peringatan tahunan semata, namun lebih dari itu makna yang terkandung di dalamnya. Secara kita sadari atau tidak bumi kita saat ini sudah banyak berubah. Hal ini bisa dengan mudah kita lihat dari lingkungan sekitar kita. Bencana alam yang datang silih berganti, perubahan iklim yang tidak menentu, serta suhu yang semakin hari semakin meningkat atau lebih sering kita sebut dengan global warming. Beberapa contoh di atas tadi hanyalah sebagian kecil dari dampak yang ditimbulkan dari “perubahan” di bumi kita ini.
Peranan serta andil manusia terhadap kerusakan bumi ini tentunya sangat besar. Faktanya adalah semaki besar jumlah penduduk suatu negara maka semakin besar pula kerusakan alam yang dialami negara tersebut. Lalu bagaimana dengan Indonesia yang menempati peringkat ketiga jumlah penduduk terbanyak di dunia? Tentunya bangsa kita pun memiliki andil yang cukup besar dalam kerusakan yang ditimbulkan di bumi ini. Banyak sekali contoh tindakan merusak yang dilakukan manusia. Misalnya, penebangan hutan secara liar, pembangunan pabrik-pabrik dan pembuangan limbahnya tanpa memikirkan sustainable development, produk-produk yang tidak ramah lingkungan, membuang sampah sembarangan, dan ulah-ulah manusia lainnya yang tidak akan cukup bila disebutkan satu-persatu tentunya telah membuat bumi kita ini semakin “sakit”. Tapi sayangnya tidak banyak dari kita yang menyadari bahwa perbuatan satu orang saja bisa menimbulkan efek yang besar bagi keberlangsungan bumi kita ini.
Lalu bagaimanakah tindakan kita? Melihat semua fakta yang menyedihkan di atas tentunya kita harus melakukan tindakan-tindakan “kuratif” secepatnya. Bila kita tidak ingin bumi yang akan kita wariskan ke anak cucu kita ini terlanjur hancur oleh ketamakan dan keegoisan kita. Kita bisa mulai dari tindakan yang kecil dan sederhana namun kadangkali sering dianggap remeh, yaitu tidak membuang sampah sembarangan. Bayangkan jika satu orang memungut satu sampah saja, maka efeknya bagi 250 juta orang tentunya akan sangat besar. Kemudian kita juga bisa melakukan tindakan 3R terhadap sampah-sampah di sekitar kita, yaitu dengan recycle, reuse, reduce. Masih banyak tindakan-tindakan lain yang dapat kita lakukan seperti menghemat listrik dan energi, menggunakan produk-produk yang ramah lingkungan, melakukan program penanaman pohon, dan lain-lain. Sekarang masa depan bumi ada di tangan kita. Semuanya tergantung dari mau atau tidakkah kita melakukan perubahan. Selamat hari bumi!! /rif
Dinas Kajian Analisis dan Strategi BEM PFK Universitas Lampung