Sabtu, 27 Juni 2009

Dinamika pergerakan

Kalau kita sedikit menilik ke belakang dan berusaha untuk melihat sudah sejauh manakah pergerakan yang telah kita lakukan, maka jawabannya tidak akan pernah cukup untuk membuat diri kita puas. Ya, pergerakan ini suatu proses yang panjang yang berkesinambungan. Layaknya sebuah tofografi bumi, maka permukaannya tidak akan pernah rata, ada cekungan, dan ada perbukitan.

Sebuah pergerakan sejatinya kita akan tau pasti kapan dimulainya, bahkan mungkin tanggal dimulainya suatu pergerakan tersebut akan selalu terpatri dalam ingatan kita. Tetapi, apabila kita berfikir akan kemanakah berakhirnya pergerakan ini? atau kapankah berakhirnya pergerakan ini? maka jawabannya adalah tidak. Sekali kita memulai sebuah pergerakan, maka kita tidak akan pernah tau bagaimanakah akhir dari pergerakan itu. Jangan pernah mengharapkan pergerakan itu akan berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan, tetapi yakinlah bahwa hasil akhir dari sebuah pergerakan itu akan selalu penuh dengan kejutan.

by:/rif

Kamis, 23 April 2009

Save the Earth, Save the World!!

Mungkin sudah banyak dari kita yang telah mengetahui bahwa tanggal 22 April 2009 kemarin adalah peringatan hari bumi. Tetapi mungkin tidak kalah banyak pula dari kita yang tidak mengetahui bahwa tanggal 22 April 2009 tersebut merupakan hari yang penting bagi planet tempat kita tinggal ini. Hari bumi yang pertama kali dicetuskan oleh senator Amerika Serikat, Gaylord Nelson, pada tahun 1970 ini sebenarnya bukanlah sekedar peringatan tahunan semata, namun lebih dari itu makna yang terkandung di dalamnya. Secara kita sadari atau tidak bumi kita saat ini sudah banyak berubah. Hal ini bisa dengan mudah kita lihat dari lingkungan sekitar kita. Bencana alam yang datang silih berganti, perubahan iklim yang tidak menentu, serta suhu yang semakin hari semakin meningkat atau lebih sering kita sebut dengan global warming. Beberapa contoh di atas tadi hanyalah sebagian kecil dari dampak yang ditimbulkan dari “perubahan” di bumi kita ini.


Peranan serta andil manusia terhadap kerusakan bumi ini tentunya sangat besar. Faktanya adalah semaki besar jumlah penduduk suatu negara maka semakin besar pula kerusakan alam yang dialami negara tersebut. Lalu bagaimana dengan Indonesia yang menempati peringkat ketiga jumlah penduduk terbanyak di dunia? Tentunya bangsa kita pun memiliki andil yang cukup besar dalam kerusakan yang ditimbulkan di bumi ini. Banyak sekali contoh tindakan merusak yang dilakukan manusia. Misalnya, penebangan hutan secara liar, pembangunan pabrik-pabrik dan pembuangan limbahnya tanpa memikirkan sustainable development, produk-produk yang tidak ramah lingkungan, membuang sampah sembarangan, dan ulah-ulah manusia lainnya yang tidak akan cukup bila disebutkan satu-persatu tentunya telah membuat bumi kita ini semakin “sakit”. Tapi sayangnya tidak banyak dari kita yang menyadari bahwa perbuatan satu orang saja bisa menimbulkan efek yang besar bagi keberlangsungan bumi kita ini.


Lalu bagaimanakah tindakan kita? Melihat semua fakta yang menyedihkan di atas tentunya kita harus melakukan tindakan-tindakan “kuratif” secepatnya. Bila kita tidak ingin bumi yang akan kita wariskan ke anak cucu kita ini terlanjur hancur oleh ketamakan dan keegoisan kita. Kita bisa mulai dari tindakan yang kecil dan sederhana namun kadangkali sering dianggap remeh, yaitu tidak membuang sampah sembarangan. Bayangkan jika satu orang memungut satu sampah saja, maka efeknya bagi 250 juta orang tentunya akan sangat besar. Kemudian kita juga bisa melakukan tindakan 3R terhadap sampah-sampah di sekitar kita, yaitu dengan recycle, reuse, reduce. Masih banyak tindakan-tindakan lain yang dapat kita lakukan seperti menghemat listrik dan energi, menggunakan produk-produk yang ramah lingkungan, melakukan program penanaman pohon, dan lain-lain. Sekarang masa depan bumi ada di tangan kita. Semuanya tergantung dari mau atau tidakkah kita melakukan perubahan. Selamat hari bumi!! /rif


Dinas Kajian Analisis dan Strategi BEM PFK Universitas Lampung

Minggu, 12 Oktober 2008

Sajak Anak Muda

Kita adalah angkatan gagap
yang diperanakkan oleh angkatan takabur
Kita kurang pendidikan resmi di dalam hal keadilan
karena tidak diajarkan berpolitik dan tidak diajar dasar ilmu hukum
Kita melihat kabur pribadi orang
karena tidak diajarkan kebatinan atau ilmu jiwa
Kita tidak mengerti uraian pikiran lurus
karena tidak diajar filsafat atau logika
Apakah kita tidak dimaksud untuk mengerti itu semua ?
Apakah kita hanya dipersiapkan untuk menjadi alat saja ?
inilah gambaran rata-rata
pemuda tamatan SLA, pemuda menjelang dewasa.
Dasar pendidikan kita adalah kepatuhan
Bukan pertukaran pikiran
Ilmu sekolah adalah ilmu hafalan
dan bukan ilmu latihan menguraikan
Dasar keadilan di dalam pergaulan
serta pengetahuan akan kelakuan manusia
sebagai kelompok atau sebagai pribadi
tidak dianggap sebagai ilmu yang perlu dikaji dan diuji
Kenyataan di dunia menjadi remang-remang
Gejala-gejala yang muncul lalu lalang, tidak bisa kita hubung-hubungkan
Kita marah pada diri sendiri
Kita sebal terhadap masa depan
Lalu akhirnya, menikmati masa bodoh dan santai
Di dalam kegagapan, kita hanya bisa membeli dan memakai
tanpa bisa mencipta
Kita tidak bisa memimpin
tetapi hanya bisa berkuasa
persis seperti bapak-bapak kita
Pendidikan negeri ini berkiblat ke Barat
Di sana anak-anak memang disiapkan
Untuk menjadi alat dari industri
Dan industri mereka berjalan tanpa berhenti
Tetapi kita dipersiapkan menjadi alat apa?
Kita hanya menjadi alat birokrasi!
Dan birokrasi menjadi berlebihan tanpa kegunaan
menjadi benalu di dahan
Gelap. Pandanganku gelap
Pendidikan tidak memberi pencerahan
Latihan-latihan tidak memberi pekerjaan
Gelap. Keluh kesahku gelap
Orang yang hidup di dalam pengangguran
Apakah yang terjadi di sekitarku ini?
Karena tidak bisa kita tafsirkan
lebih enak kita lari ke dalam puisi ganja
Apakah artinya tanda-tanda yang rumit ini?
Apakah ini ? Apakah ini ?
Ah, di dalam kemabukan
wajah berdarahakan terlihat sebagai bulan
Mengapa harus kita terima hidup begini?
Seseorang berhak diberi ijazah dokter
dianggap sebagai orang terpelajar
tanpa diuji pengetahuannya akan keadilan
Dan bila ada ada tirani merajalela
ia diam tidak bicara
kerjanya cuma menyuntik saja.
Bagaimana? Apakah kita akan terus diam saja
Mahasiswa-mahasiswa ilmu hukum
dianggap sebagi bendera-bendera upacara
sementara hukum
dikhianati berulang kali
Mahasiswa-mahasiswa ilmu ekonomi
dianggap bunga plastik
sementara ada kebangkrutan
dan banyak korupsi
Kita berada di dalam pusaran tatawarna
yang ajaib dan tidak terbaca
Kita berada di dalam penjara kabut yang memabukkan
Tangan kita menggapai untuk mencari pegangan
Dan bila luput, kita memukul dan mencakar
ke arah udara
Kita adalah angkatan gagap
Yang diperanakan oleh angkatan kurangajar
Daya hidup telah diganti oleh nafsu
Pencerahan telah diganti oleh pembatasan
Kita adalah angkatan yang berbahaya
Oleh: Lintang Aprilia-Kastrat BEM PFK Unila

Mahasiswa Kedokteran Unila,,“Apa yang Salah??”

Rutinitas kembali datang. Libur seminggu Lebaran hanyalah kejapan mata bagi mereka. Terlebih aktivitas duduk, mendengar, mencatat, dalam ruang sempit yang tak memadai pun alhasil juga membuat mereka tak sadar telah melewati sucinya bulan kemarin.
Indahnya cahaya pagi terkalahkan dengan kecepatan langkah kaki yang tergopoh-gopoh menuju “Gedung Cita”. Begitupun, teduhnya petang tak sampai ke mata mereka yang terlalu lesu akan “perjuangan”. Suramnya hidup bagi mereka yang mengaku mengejar cita. Siapakah mereka??
Kawan, itulah secuplik synopsis alur biografi kami, mahasiswa kedokteran Unila. Sebuah penggalan episode yang tak pantas mendapat decak kagum bagi siapapun yang membacanya. Kenapa? Karena ada unsur serba kekurangan dibalik semua itu. Kekurangan fasilitas belajar, ruang kuliah yang hanya bisa dimaklumi kesempitannya, dosen local yang hanya bisa menjadi moderator bagi para oknum-oknum OmDo (omong doang) dalam kelas yang sok-sokan berbicara ilmiah, padahal non sense makna. Dan alhasil hanya memunculkan sederetan mahasiswa melongo melihat hasil ujian yang artistic berbentuk rantai karbon.

Hello?? Apakah yang salah dari semua ini? Apakah IQ kami begitu jongkok sehingga sesuatu yang kami anggap “perjuangan” bernilai penyesalan yang tak lepas dari pernyataan konyol “apakah kami begitu bodoh, ya Allah?”

Sekali lagi, tidak ada semestinya pengajaran yang membuat muridnya malah merasa bodoh. Apakah yang salah dari system yang serba kekurangan ini? Keadaan kekurangan juga bukanlah alasan melihat banyaknya fakta dilapangan, sebut saja film keluaran terbaru saat ini Laskar Pelangi. Nyatanya murid jebolan SD kampoung pun berhasil menembus Sorbonne University di Perancis. Lalu apa yang salah kawan?









Kedokteran Unila,,kita terlalu amatlah kecil jika dibanding Kedokteran berumur tua nun jauh disana. Amat bodohlah kita jika membuat diri kita semakin kecil lagi dihadapan tembok tua nan kokoh itu,, dengan malah mengikiskan perlahan-lahan keyakinan pada diri kita sendiri.

“Bermimpilah, maka dengan begitu Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi kita.”
–Arai, Edensor-
(Lintang-Kastrat BEM PFK Unila)

Jumat, 26 September 2008

Makanan Daur Ulang

Temuan Dinas Peternakan dan Perikanan Pemerintah Kota Jakarta Barat menyentak publik. Temuan itu, ada orang yang mengolah daging kedaluwarsa sisa hotel dan restoran yang menumpuk di tempat sampah menjadi makanan, kemudian dijual kembali ke rumah makan dan pasar. Menurut pengakuan pelaku, bisnis tersebut sudah berlangsung selama lima tahun.

Alur dari pembuatan makan olahan dari daging sampah ini bermulai dari hotel yang membuang limbahnya ke penampungan sampah kemudian oleh para pemulung dikupulkan dan di jual kepada pengumpul nah dari pengumpul akan dijual kepada pengolah. Oleh pengolah makanan sampah tersebut akan disamarkan agar tidak kentara bahwa makanan tersebut berasal dari sampah dengan direndam dengan formalin kemudian diberikan pewarna textil agar warna makana terlihat segar..

Bagi para pengolah dan penjual makan tersebut apakah mereka tidak merasa berdosa dengan apa yang telah mereka lakukan, karena hal tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan bahkan dapat mengakibatkan kematian atau memang kondisi real di masyarakat yang menyukai membeli makanan seperti ini karena keterbatasan ekonomi yang mereka miliki.
Makanan daur ulang tersebut tentunya sangat tidak sehat untuk dikonsumsi. Banyak sekali penyakit yang bias ditimbulkannya. MAkanan tidak sehat dapat mengandung Parasit yang tentus saja kita dapat menjadi Hospesnya.

Cara aman untuk menjaga tubuh kita dari makanan daur ulang itu adalah:
Memasak sendiri makanan yang akan kita makan
Bekali anggota keluarga kita dengan makanan dari rumah agar tidak sembarangan membeli makanan.

Bila membeli makanan dari warung, atau restaurant telitilah dalam membeli.
jangan malu untuk bertanya kepada orang untuk mengenali makanan daur ulang.

By : Heru Suwito ‘2007 (Kasrat BEM PFK UNILA)

Sabtu, 20 September 2008

Sekilas tentang "hari kita"

Mungkin banyak dari kita yang telah mengetahui bahwa sejarah mencatat mahasiswa kedokteran sebagai salah satu oknum penggores tinta perjuangan dan pergerakan di negeri ini. Izinkanlah saya mengingatkan kembali betapa indahnya kenangan itu, kenangan di mana idealisme mahasiswa kedokteran masih sangat murni dan terjaga. Pergerakan mahasiswa kedokteran Indonesia dimulai sejak masa Budi Utomo, yaitu dimulai jauh sekali pada tahun 1908. Pada saat itu dr. Wahidin Sudirohusodo yang menggagas brdirinya organisasi Budi Utomo, hal ini dipicu oleh kesadaran akan pentingnya peranan pemuda untuk meraih kemerdekaan bangsa. Organisasi inilah yang kemudian memprakarsai munculnya organisasi-organisasi pemuda yang lain yang berperan dalam mencapai kemerdekaan bangsa ini.

Namun seiring dengan berjalannya waktu, semua idealisme tersebut seolah-olah terkikis. Idealisme mahasiswa kedokteran mulai bergeser. Dengan alasan kepentingan kuliah dan menuntut ilmu, mahasiswa kedokteran masa kini cenderung apatis dengan keadaan yang ada, bahkan banyak di antara para mahasiswa tersebut yang mengisi harinya dengan gaya hedonis dan borjuis. Mereka seolah lupa bahwa mereka juga merupakan agent of change yaitu agen perubahan. Padahal kalu kita merujuk kepada five stars doctor mahasiswa kedokteran seharusnya mampu menguasai lima hal yaitu; care provider, communicator, community leader, decision maker, dan manager. Kalau kita lihat dari five stars doctor tersebut, satu-satunya yang kita dapat dari perkuliahan adalah care provider, sedangkan untuk mendapatkan yang lainnya kita harus mencarinya di luar bangku perkuliahan. Banyak cara yang dapat kita lakukan untuk mendapatkan empat bintang lainnya, seperti kita dapat mengikuti organisasi kemahasiswaan di kampus, aktif mengikui seminar-seminar, ataupun dengan rajin membaca buku-buku self-development.

Melihat fakta pergeseran idealisme seperti itu, maka sangatlah penting dicari jalan keluar untuk merevitalisasi kembali jati diri dari mahasiswa kedokteran Indonesia. Pada peringatan 100 tahun kebangkitan nasional di Makassar lalu, telah dilaksanakan sebuah deklarasi mahasiswa kedokteran Indonesia yang diberi nama Deklarasi Hasanuddin. Dimana deklarasi tersebut juga menghasilkan beberapa poin-poin kesepakatan tentang jati diri mahasiswa kedokteran Indonesia. Isi dari poin-poin tersebut antara lain; beriman dan bertakwa, agent of change, iron stock, Guardian or value, intellectuals, care provider (agent of health), decision maker, community leader, manager, communicator, integrity, agent of development, researcher, dan collegalism.

Oleh karena itu, pada peringatan hari mahasiswa kedokteran Indonesia tanggal 20 September ini, marilah kita bersama-sama merevitalisasi kembali jati diri dari mahasiswa kedokteran Indonesia. Kita kembalikan lagi idealisme mahasiswa kedokteran Indonesia sebagai agen perubahan, agen kesehatan, serta agen pembangunan serta kita kembalikan lagi peran kita sebagai ujung tombak pergerakan mahasiswa di Indonesia. Selamat hari mahasiswa kedokteran Indonesia. (/rif)

Sabtu, 23 Agustus 2008

Deklarasi Hassanudin

Latar Belakang…

Pemuda merupakan asset bangsa yang akan meneruskan bangsa dan menentukan masa depan sebuah bangsa. Sejarah Indonesia membuktikan bahwa kemerdekaan bangsa ini tidak terlepas dari peran para pemudanya. Baik revolusi maupun reformasi yang terjadi di bangsa ini dilahirkan dari ide-ide besar para pemudanya. Pemuda selalu hadir sebagai aktor sejarah dalam perjalanan panjang perjuangan bangsa ini.

Tepat seabad yang lalu, dari rahim para pemuda kedokteran Indonesia lah bangsa ini memulai semangat baru perjuangan merebut kemerdekaan. Pada hari minggu, 20 Mei 1908, pada pukul sembilan pagi, bertempat di salah satu ruang belajar STOVIA, Soetomo menjelaskan gagasannya. Dia menyatakan bahwa hari depan bangsa dan Tanah Air ada di tangan mereka. Maka lahirlah Boedi Oetomo, suatu gerakan nasionalis pertama yang diprakarsai oleh soetomo. Momentum inilah yang saat ini dijadikan sebagai hari kebangkitan nasional.

Saat itu para pemuda mahasiswa kedokteran telah mampu membuktikan bahwa mahasiswa kedokteran dapat menjadi inisiator perjuangan bangsanya. Inspirasi mereka muncul disaat mereka melihat secara langsung bagaimana kondisi bangsa saat itu. Mereka melihat dan merasakan bagaimana menderitanya masyarakat saat itu, dan dengan kepekaan nurani mereka menjadikannya sebagai pembangkit energi dalam diri mereka dan bersatu untuk membangkitkan bangsa ini.

Namun, bagaimana dengan pemuda mahasiswa kedokteran saat ini, kemanakah mereka? Yang dulu mampu mengukir sejarah bangsa ini. Ironis sekali, kepekaan mereka sekarang telah terkikis habis, mereka tidak lagi merasakan penderitaan masyarakat. Saat ini kita terlalu terlena dan terpenjara dengan urusan-urusan akademis di kampus. Kita saat ini terlalu mengagung-agungkan hedonisme dunia yang sebenarnya terlalu singkat. Padahal, bangsa ini sangat berharap kepada para pemudanya, pemuda yang berintelektual, yang mampu bergerak dan berjuang untuk kesejahteraan bangsa ini.

Maka, di saat momentum 100 tahun kebangkitan nasional, kita semua mahasiswa kedokteran Indonesia akan berikrar untuk menjemput takdir membangun dan membawa bangsa ini menuju takdirnya sebagai pemimpin peradaban.

Tujuan Kegiatan…

1. Melakukan penyadaran kepada mahasiswa kedokteran selurauh Indonesia akan pentingnya “3 jati diri mahasiswa kedokteran Indonesia ( agent of health, agent of change, dan agent of development)” sebagai jawaban atas harapan seluruh bangsa yang menginginkan para pemudanya mampu mengubah sejarah bangsa Indonesia yang mengalami keterpurukan khususnya dalam masalah kesehatan.

2. Melakukan sinergisasi gerakan dan penyamaan persepsi dan pemahaman tentang pergerakan mahasiswa kedokteran Indonesia melalui sebuah deklarasi dan point kesepakatan.

3. Merumuskan kontribusi real yang dapat dilakukan oleh mahasiswa kedokteran Indonesia atas permasalahan bangsa khususnya masalah kesehatan.

Bentuk kegiatan…

Peringatan hari kebangkitan nasional ( harkitnas ) merupakan sebuah rangkaian kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa kedokteran serempak di tingkat nasional dan institusi dalam hal ini kita menyebutnya dengan istilah 2 main stream ( nasional dan institusi ) dan 3 fase (pra-Harkitnas, Harkitnas, dan post-Harkitnas). Berdasarkan dari jati diri mahasiswa kedokteran yang telah disepakati dalam mukernas ISMKI dengan No : 08/K-MUKERNAS XIV/1/2008 yakni sebagai agent of health, agent of change, dan agent of development maka kegiatan peringatan hari kebangkitan nasional yang dilaksanakan baik di nasional, wilayah maupun institusi harus bermuara pada pencapaian mahasiswa kedokteran yang memiliki 3 jati diri tersebut.

Hasil Kegiatan…

Copy-of-Spanduk-8m-x-4m.jpg

Point-point Kesepakatan

1. Jati diri mahasiswa kedokteran Indonesia

· Beriman dan bertakwa

· Agent of change

· Iron stock

· Guardian of value

· Intellectuals

· Care provider (agent of health)

· Decision maker

· Community leader

· Manager

· Communicator

· Integrity

· Agent of development

· Researcher

· Collegalism

2. Kespakatan Bersama Terkait dengan Revitalisasi Jati Diri Mahasiswa Kedokteran Indonesia

Seluruh senat mahasiswa/BEM/LEM/PEMA fakultas kedokteran se-Indonesia bertanggung jawab terhadap optimalisasi jati diri mahasiswa kedokteran di kampus masing-masing dan menyediakan apa yang dibutuhkan untuk mencapai hal tersebut yaitu :

1) Masalah akademik : dilakukan peninjauan kembali dan advokasi kurikulum akademik (eksekutor : institusi dan dinaungi oleh PenPro ISMKI).

2) Sarana dan prasarana : dilakukan program advokasi untuk penyediaan sarana dan prasarana (eksekutor : institusi dan dinaungi oleh Kastrat ISMKI).

3) Kemahasiswaan : dibuatnya kurikulum kemahasiswaan bagi mahasiswa kedokteran Indonesia dengan standardisasi minimal yang dibuat leh ISMKI, dengan cara dibentuk sebuah tim lintas bidang terdiri dari PenPro, PSDM, Kastrat, SSC ditambah element-element lain bila dibutuhkan (eksekutor : tim nasional dan tim institusi).

Seluruh institusi wajib berkomitmen dan bekerja sama dalam mewujudkan kesepakatan ini.

1. Isu-isu Kesehatan

1) Kebijakan pemerintah cenderung masih kuratif dan rehabilitatif tidak preventif dan promotif, terlihat dari gizi buruk, paradigm sakit dalam pelayanan kesehatan, angka kematian ibu dan anak, pemanfaatan Puskesmas dan Posyandu yang tidak optimal.

2) Pemerintah belum bias menjamin hak kesehatan, sebagai konsekuensi dari anggaran yang kesehatan yang tidak sesuai dan tidak merata.

3) Distribusi dokter yang tidak merata di Bumi Pertiwi.

4) Rendahnya pengetahuan mayarakat akan pentingnya pola hidup sehat.

5) Kurangnya data statistik informasi kesehatan.

6) Standardisasi harga maksimum obat paten.

7) Kelangkaan obat generik tertentu.

Rekomendasi

1) Membentuk kelompok yang akan membahas time schedule pembahasan isu.

2) Hasil kajian ini dibawa ke institusi masing-masing dan dibahas untuk merumuskan solusinya.

3) Membuat positioning paper berisi langkah-langkah solusi dan hal-hal yang akan diperjuangkan.

4) Membuat rekomendasi kebijakan untuk pemerintah.

2. Isu Rokok

1. Kesadaran perokok

a. Visualisasi pendidikan bahaya rokok pada anak, bisa dilakukan secara langsung atau desa binaan.

b. Mengajak langsung ke penderita.

c. Pemberian poster berkenaan dengan bahaya merokok.

2. Pembebasan lingkungan insan kesehatan dari semua aspek rokok

a. Advokasi ke setiap pemimpin lembaga kesehatan dan lembaga pendidikan kesehatan yang belum mempunyai aturan kawasan bebas rokok.

b. Adanya surat peringatan yang dikeluarkan oleh setiap pemimpin untuk kawasan FK bebas rokok.

c. Adanya sanksi pada pelanggarnya.

d. Tiap dokter dianjurkan untuk memberi edukasi ke pasien melalui peraturan dari IDI tentang bahaya merokok.

3. Advokasi pemerintah

a. Setiap institusi melalui ISMKI dapat mengadvokasi pemerintah untuk membuat beserta memberlakukan PERDA anti rokok (dari kota ke wilayah)

b. Adanya “PETISI” pada pemerintah dari mahasiswa kedokteran

c. UU yang tegas untuk perokok dewasa.

d. ISMKI melalui MoU pada pemerintah untuk menindak tegas terhadap pelanggaran PERDA terhadap anti rokok.

4. Iklan layanan masyarakat

5. Gebrakan melalui tulisan ilmiah yang mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah dan bahaya rokok propaganda media cetak.

6. “AKSI STOP ROKOK” pada hari antitobacco 31 mei di masing-masing institusi

3. Isu-isu non Kesehatan

a. Nasionalisasi asset bangsa

b. Kenaikan harga BBM

c. Wujudkan pendidikan yang bermutu dan merata bagi seluruh rakyat Indonesia

d. Menjamin ketersediaan dan keterjangkauan bahan pokok demi rakyat

e. Tuntaskan reformasi birokrasi dan berantas mafia peradilan