Temuan Dinas Peternakan dan Perikanan Pemerintah Kota Jakarta Barat menyentak publik. Temuan itu, ada orang yang mengolah daging kedaluwarsa sisa hotel dan restoran yang menumpuk di tempat sampah menjadi makanan, kemudian dijual kembali ke rumah makan dan pasar. Menurut pengakuan pelaku, bisnis tersebut sudah berlangsung selama lima tahun.
Alur dari pembuatan makan olahan dari daging sampah ini bermulai dari hotel yang membuang limbahnya ke penampungan sampah kemudian oleh para pemulung dikupulkan dan di jual kepada pengumpul nah dari pengumpul akan dijual kepada pengolah. Oleh pengolah makanan sampah tersebut akan disamarkan agar tidak kentara bahwa makanan tersebut berasal dari sampah dengan direndam dengan formalin kemudian diberikan pewarna textil agar warna makana terlihat segar..
Bagi para pengolah dan penjual makan tersebut apakah mereka tidak merasa berdosa dengan apa yang telah mereka lakukan, karena hal tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan bahkan dapat mengakibatkan kematian atau memang kondisi real di masyarakat yang menyukai membeli makanan seperti ini karena keterbatasan ekonomi yang mereka miliki.
Makanan daur ulang tersebut tentunya sangat tidak sehat untuk dikonsumsi. Banyak sekali penyakit yang bias ditimbulkannya. MAkanan tidak sehat dapat mengandung Parasit yang tentus saja kita dapat menjadi Hospesnya.
Cara aman untuk menjaga tubuh kita dari makanan daur ulang itu adalah:
Memasak sendiri makanan yang akan kita makan
Bekali anggota keluarga kita dengan makanan dari rumah agar tidak sembarangan membeli makanan.
Bila membeli makanan dari warung, atau restaurant telitilah dalam membeli.
jangan malu untuk bertanya kepada orang untuk mengenali makanan daur ulang.
By : Heru Suwito ‘2007 (Kasrat BEM PFK UNILA)